Paguyuban Tarik Biaya Keamanan 11 Juta Setiap Tempat Prostitusi di Moroseneng

oleh -2 Dilihat
oleh

Surabaya – (Berita News Nasional) – Dengan mengatasnamakan Paguyuban Sememi, setiap tempat prostitusi di Lokalisasi Moroseneng ditarik 11 juta perbulan untuk biaya keamanan. Hal tersebut disampaikannya oleh salahsatu warga kepada media ini saat melakukan investigasi.

Dalam percakapan salahsatu warga yang enggan disebutkan namanya, melontarkan, bahwa prostitusi di Eks Lokasi Moroseneng yang hingga kini masih beroperasi, harus membayar biaya keamanan 11 juta rupiah perbulan untuk setiap wisma yang akan dijadikan sebagai tempat prostitusi.

“Tempat prostitusi disini ada 9 lokasi. Dan setiap lokasi harus membayar 11 juta rupiah untuk biaya keamanan kepada Paguyuban Sememi. Itupun, dibayar pertanggal 15 oleh setiap lokasi yang dijadikan sebagai tempat prostitusi,” tuturnya, Minggu (25/09/2023).

Selain membayar 11 juta rupiah untuk setiap tempat yang dijadikan sebagai ajang protitusi. Ada uang tambahan setiap harinya sebesar 450 ribu rupiah dalam artikata uang rokok kepada petugas yang datang.

“Sanggup, tidak sanggup dengan setiap bulan harus membayar 11 juta rupiah perlokasi kepada Paguyuban dan uang rokok 450 ribu rupiah, itu urusan mereka. Buktinya, hingga sekarang masih beroperasi,” celetuknya.

Lanjutnya, uang biaya keamanan 11 juta rupiah untuk setiap lokasi yang diberikan kepada Paguyuban Sememi, tidak dipakai untuk pribadi. Melainkan, dibayarkan ke petugas sana-sini demi kenyamanan prostitusi disini biar tidak ditertibkan.

“Kalau gak bayar, ya… pasti ditertibkan lokalisasi ini oleh petugas,” cetusnya.

Diketahui, Eks Lokalisasi Moroseneng pada tahun 2013 yang lalu, telah resmi dilakukan penutupan oleh Tri Rismaharini yang saat ini menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia. Namun, lokasi tersebut hingga kini masih beroperasi dan dugaan dinaungi oleh Paguyuban.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *