Gedung Eks. Bioskop Liberty Kembali Disoal, Kelurahan Jembatan Besi Gelar Audensi

oleh -1 Dilihat
oleh

JAKARTA BARAT – (Berita News Nasional) – Sengketa kepemilikan Gedung Eks. Bioskop Liberty, Jl. Prof. Dr. Latumeten No.2, RT 03/RW 01, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta kembali bergulir. Pihak Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat mengundang audensi dan musyawarah ahli waris Asenin Bin Mualif yang mengklaim sebagai pemilik Gedung Eks. Bioskop Liberty, Jumat (15/09/2023), pukul 14.00 WIB. Undangan ini berdasarkan Surat No. 312/P14.01.02, tertanggal 12 September 2023, perihal: Undangan atas Permohonan Audensi/Musyawarah dari Kantor Bantuan Hukum & Penegak Hukum “Dwi Heri Mustika, SH & Partners” terkait Gedung Eks Liberty di Jl. Prof. Dr. Latumeten, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Administrasi Jakarta Barat.

Acara ini dipimpin langsung Lurah Jembatan Besi, Muhamad Arief Budiman yang dihadiri Abdul Choeir (Wakil Camat Tambora), Rudi (Biro Hukum Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat), Agung P.L (Satpol PP Jakarta Barat), Nurdin (Ketua RW 01), Toto. S (Polres Metro Jakarta Barat), dll.

 

Audensi langsung mengerucut pada pembahasan tentang siapa pemilik sah tanah di Gedung Eks. Bioskop Liberty. “Klien kami, sebagai ahli waris Alm. Asenin Bin Alm. Mualif mengklaim tanah di Gedung Eks. Bioskop Liberty adalah haknya berdasarkan Surat Oper Garap tahun 1952. Dimana di dalam surat oper garap tersebut, menyebutkan bahwa riwayat tanah adalah milik Alm. Mualif yang dibagi 4 (empat) dengan batas-batasnya. Sehingga ahli waris meyakini, bahwa Joni Gunawan diduga tidak memiliki legal standing atas penguasaan fisik Gedung Eks. Bioskop Liberty. Dimana Gedung tersebut kini digunakan Joni Gunawan sebagai usaha parkir, stand kuliner dan optik,” tegas Dwi Heri Mustika, S.H sebagai kuasa hukum ahli waris Alm. Asenin.

 

Selain mengantongi oper garap tahun 1952, ahli waris telah mendapat penetapan ahli waris dari Pengadilan Agama (PA) Jakarta Barat dengan No. 315/Pdt.P/2023/PA.JB, tertanggal 22 Agustus 2023. “Setelah kami mendapat jawaban dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sekretariat Jenderal No. HM.03/122-100.4/VI/2022, tertanggal 07 Juni 2022 tentang Jawaban Permohonan Informasi a.n. Dwi Heri Mustika, yang isinya bahwa BPN tidak mempunyai kewenangan dan menyarankan untuk menanyakan dan menghubungi Kelurahan setempat untuk mengetahui riwayat tanah. Akhirnya kami memohonkan audensi atau musyawarah kepada pihak Kelurahan Jembatan Besi. Alhamdulillah, permohonan kami diluluskan dan digelar hari ini tadi Jumat, pukul 14.00 WIB. Kesimpulan sementara, Kelurahan Jembatan Besi tidak memiliki keterangan riwayat tanah berdasarkan oper garap yang dimiliki klien kami sebagai ahli waris, Alm. Asenin bin Alm. Mualif,” jelas Dwi.

 

Dalam kesempatan audensi, Ketua RW 01, Nurdin menyampaikan kepada peserta audensi di Kelurahan Jembatan Besi. Dimana dulu, Joni Gunawan sempat menemui dirinya sambil membawa oknum polisi untuk menekan dirinya tanda tangan terkait legalitas Gedung Eks. Bioskop Liberty. “Saat itu disaksikan langsung oleh Pak Mansyur, mantan Ketua RT yang juga masih keluarga ahli waris. Dimana saat itu, Djoni Gunawan datang ke Balai RW 01 sambil membawa dua orang oknum polisi. Saya masih ingat kata-kata djoni saat itu. Jangan sampai gara-gara tanda tangan, bisa dibalik terali besi. Ketika itu saya tetap tidak mau tanda tangan, karena saya merasa benar meski di intimidasi,” ucap Nurdin.

 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Camat Tambora, Abdul Choeir menanyakan ke ahli waris, apakah ahli waris pernah menjual atau mengetahui ada jual beli terkait tanah di Gedung Eks. Bioskop Liberty. “Saya yakin dan bersumpah, bahwa saya dan ahli waris lainnya tidak pernah merasa menjual kepada orang lain. Bahkan bapak saya, Almarhum Asenin pernah didatangi Abadi Gunawan ayah kandung Djoni Gunawan dirumahnya untuk membeli tanah tersebut. Saya mengetahui sendiri dan menyaksikan langsung saat itu bahwa, bapak saya (Asenin, red) tidak berniat menjual. Saat itu, Bapak saya Asenin mengatakan kepada Abadi Gunawan, jika mau dipinjam untuk dipakai. Dipakai saja,” ungkap Muhimah, ahli waris sekaligus anak kandung Almarhum Asenin.

 

Diakhir penghujung audensi, Dwi Heri Mustika menambahkan, bahwa permasalahan ini sudah diadukan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dan Polres Metro Jakarta Barat.

 

Sekitar pukul 16.00 WIB, audensi berakhir dan ditutup Lurah Jembatan Besi, Muhamad Arief Budiman. “Kami akan menindak lanjuti audensi ini dengan berusaha menemui atau memanggil Djoni Gunawan atau mendatangi Gedung Eks. Bioskop Liberty. Karena kabarnya, Djoni Gunawan saat ini bertempat tinggal di Negara Singapura. Semoga audensi ini berakhir dengan musyawarah mufakat dan ada jalan perdamaian. Jika salah satu pihak tidak ingin berdamai, dipersilahkan para pihak melakukan upaya gugatan ke Pengadilan Negeri setempat. Kami sebatas hanya bertugas memediasi saja,” tutup Muhamad Arief Budiman.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *